<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Akhirnya Mereka Punya Musuh Bersama

Thursday, December 22, 2016

Akhirnya Mereka Punya Musuh Bersama

Akhirnya Mereka Punya Musuh Bersama. Musuh mereka menjadi satu. Adalah Aku. Yang awalnya mereka terpecah-belah, sekarang menjadi satu. Mereka menjadi satu pikiran, memikirkan bagaimana caranya untuk menyingkirkan aku.


Aku tidak takut. Aku hanya tinggal menelepon "Dia". Orang yang menempa aku sebelum aku masuk ke dunia yang tak seharusnya aku masuki. Dengan bermacam iming-iming, dia merayu dan memaksa aku untuk terjun. Satu hal yang paling aku ingat dari semua didikannya: "Harus bisa melihat apa yang tak terlihat, harus bisa mendengar apa yang terdengar, dan harus bisa merasakan apa yang tak terasakan".

Sepertinya entah itu seseorang atau beberapa orang, sudah merencanakan agar aku nantinya akan  merasakan apa itu dunia kolektor yang sebenarnya.

musuh


Dan jika seandainya nanti aku mengalami apa yang seharusnya tidak aku alami. Blog ini akan menjadi petunjuk untuk mencari tahu siapa orang yang merencanakan. Meskipun hanya inisial, tapi bisa ditelusuri. Dia pastinya adalah salah satu orang yang ku kenal.

Bagiku jika ada orang jahat, itu hal yang biasa. Namun sebaliknya, jika ada orang baik, itu hal yang tidak biasa. Aku merasa jika mereka terlalu baik. Karena bagiku, kebaikan itu harus selalu dipertanyakan. Bukan berarti tidak ada yang baik, hanya saja baik itu pasti ada alasan.
Lalu apa alasan mereka bergitu baik kepada ku?
Seberapa spesial kah aku bagi mereka?
Seberapa pentingkah aku bagi mereka?


Sering kali Mr. M (salah satu field collector senior) menitipkan CRM (collection receipt monitoring) dia, agar bersama CRM aku, lalu aku serahkan ke Mr. R. P (CC), itu merupakan rutinitas sehari-hari.
Yang jadi pertanyaan, mengapa Mr. M melakukan itu? Mengapa Mr. M tidak langsung saja menyerahkan CRM dia ke Mr. R. P?

Bahkan 20 Desember 2016, di sore hari. Mr. D (salah satu field collector senior) ikut-ikutan menitipkan CRM dia ke aku.

Apakah mereka dengan terencana, ingin agar aku mempelajari teknik (kecurangan) mereka? Atau ada tujuan lain.
Entah lah...

Di hari yang sama, Mr. Z (salah satu field collector senior) mengatakan kepadaku kalau dia akan segera mengembalikkan uang yang dia pinjam dari aku sebesar Rp 100 ribu. Yang sehari sebelumnya, Mrs. N (administrasi collector) menanyakan apakah Mr. Z sudah mengembalikkan uang aku. Begitu cepatnya berita tersebar di kantor ini.

Aku bersyukur ada yang perhatian kepadaku. Namun, seberapa istimewa kah aku bagi mereka? Apa hanya karena mereka sering membaca blog aku? Karena setelah aku diterima kerja di sana, jumlah kunjungan ke blog aku lumayan bertambah.

Sering kali aku merasa bingung, apakah aku harus bersyukur punya pimpinan seperti Mr. R. P?
Karena aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri, yang sudah semakin muak melihat dia dan juga dia. Mereka berdua sering kali seperti kebakaran jenggot. Takut jika aku 11-12 (sama persis) dengan para senior. Karena mereka sadar, tidak lah mudah mencari karyawan (collector) baru yang bagus dan baik. Mereka tahu jika mereka membuang aku, belum tentu mereka bisa mencari orang yang lebih baik dari aku. Yang bisa telap selalu menghindari ajakan-ajakan para senior. Oleh karena itu CH dan CC hanya bisa selalu tarik-ulur kepadaku. Haha. Kita lihat nanti saat waktunya tiba, mereka yang memecat aku ataukah aku yang akan mengundurkan diri???
Kalian pasti sudah bisa menebaknya, ya kan?

Tidak hanya telingaku yang sakit, hati ku juga sakit, kepalaku juga sakit, mataku juga sakit, jiwaku yang paling sakit.






Lucu sekali. Mr. R. P berusaha menginterogerasi aku. Sekitar pukul 5 sore di tanggal 19 Desember 2016, seperti biasa aku dimaki-maki Mr. R. P.
Tapi kali ini sangat dahsyat. Paling super.

Bahkan dia membanting cap perusahaan ke meja dihadapan aku. Dulu beberapa kali dia membanting lembaran (CRM) collection receipt monitoring ke meja. Sebenarnya tindakan dia sudah bisa dikatakan intimidasi, bisa dilaporkan ke jalur hukum. Hanya saja aku tidak merekam videonya (tak punya bukti), dan tak punya hal itu (kalian tahu bukan).

Padahal jauh dari apa yang yang dia perlakukan ke aku, dulunya sudah pernah aku alami. Apa yang dia lakukan, tidak lah seberapa. Tak perlu aku ceritakan.

Mr. R. P berkali-kali mencari kesalahan aku.
Dia berkali-kali menginterogerasi aku.
Namun.
Berkali-kali juga dia gagal membuat aku mengaku.
Ekekkekek hahahahahaha.....

Sekilas dia layak untuk menjadi interogerator, namun ada banyak hal yang dia tidak ketahui tentang dunia interogerasi.

Mukaku memang pucat, karena aku orangnya memang penakut. Tapi tak sedikit pun aku gentar, dan mengaku. Aku tetap bersikeras bertahan di posisi yang telah ku pilih (meskipun salah), dan tak mungkin aku ganti. Sungguh bodoh jika aku mengaku.

"Maling mana ada yang ngaku," nasihat Mr. Z.

Hanya karena aku tidak mencari rumah seorang debitur. Dia dengan puasnya mencecar aku. Padahal dia sendiri pernah melakukan  kesalahan kunjungan. Ada sebuah kasus yang masih berjalan, yang menyeret dia ke dalam pusaran. Dan memang dia lah pelaku utama, mengapa pusaran itu bisa muncul. Tapi aku tidak mau cerita panjang lebar. Cukup yang tahu lah yang tahu.

Aku akui Mr. R. P memang jeli (perfectionist). Dia pintar mencari-cari kesalahan aku, sekecil apapun itu. Dan setelah menemukannya, dengan merasa gagah layaknya seorang ksatria yang sedang memegang pedang yang sangat tajam, dia arahkan (hunuskan) pedang itu ke arah leherku.

Sudah seberapa sempurna kah dirinya sebagai karyawan?
Padahal dia sebagai CC, hanya duduk manis di dalam kantor, yang hanya sok sibuk menelepon beberapa debitur saja. Sedangkan  CC di cabang lain, terjun langsung membantu FC di lapangan. Makanya dari itu, banyak sekali move to PA (problem account).

Saat dia memaki-maki aku. Seperti biasa, aku memasang muka bodoh dalam diam. Padahal hatiku tertawa: "Apakah kau sudah lebih baik dariku?".

Banyak hal yang tidak mereka ketahui. Banyak hal yang tidak bisa mereka bongkar dari aku. Banyak hal yang masih tetap menjadi misteri. Rahasia dalam kegelapan.

Bredmart gitu loch....
Tidak semudah itu diinterogerasi, tidak semudah itu ditekan.

Bahkan nyawa sebagai taruhan adalah kenangan.
Kenangan?
Silahkan kalian pikir saja sendiri.


Mari sejenak kita mengalihkan perhatian ke Mr. R. S (FC kontrak yang tidak diangkat sebagai karyawan tetap). Berarti benar lah si Mr R. S. Hasilnya adalah apa adanya. Setelah agging (account) yang dulu punya Mr R. S dialihkan sebagian ke aku dan sebagian ke FC senior. Dan ternyata aku pun kelimpungan (tidak sanggup) menahan move to 31 dan move to PA.

Move to PA aku per tanggal 20 Desember  2016 sudah mencapai 3 debitur.
Bucket 31-60 aku per tanggal 19 Desember telah mencapai 25 debitur. Rekor tertinggi selama aku bekerja di kantorku. Haha. (Loh kok terkesan bangga???)
Bukan bangga, hanya miris saja.

Saat dulu account aku bagus, tidak dihargai (tetap sering kena marah bahkan makian). Saat sekarang account aku jelek, aku lebih dimaki-maki layaknya seekor binatang.

Lalu aku berpikir, sebenarnya aku ini manusia atau bianatang?

Menurut aku, di Indonesia tidak hanya 2 musim (musim kemarau dan musim hujan). Tapi masih ada satu lagi, musim pancaroba. Fenomena agging aku yang membeludak tiba-tiba adalah ibarat musim pancaroba. Hal yang tidak bisa dihindari dan harus dihadapi.

Sebenarnya berbagai kericuhan di ruangan divisi collection. Adalah permusuhan / pertarungan antara CH VS CC. Namun sialnya, para FC berada di tengah-tengah antara CH VS CC. Para FC lah yang menjadi korban/tumbal. Tumbal pertamanya adalah Mr. R. S (FC yang bulan lalu dipecat).

Mr. R. P hanyalah berusaha melempar kesalahan (ingin cuci tangan). Dia ibarat kebakaran jenggot. Dia berkali-kali berkata kalau dia kena marah atasannya.
"Bagus lah, biar kau rasakan apa yang aku rasakan," tawaku dalam hati.


Apa yang dilakukannya adalah benar. Dia orang baik. Namun aku tidak akan telap terus-terusan menerima makian dari orang yang tak selayaknya memaki aku.

"Kalau tidak senang dengan aku, silahkan pecat saja aku!"

Aku sangat iri melihat karyawan yang lebih baru dari aku, tapi mereka tampak sungguh bahagia.

Apakah mereka tidak pernah berbuat salah?

Lalu mengapa mereka bisa bahagia?

Apa yang salah?

Apakah aku salah tingkah atau kah salah langkah?

Salah tingkah, kerja ku tidak lah becus. Apa yang aku lakukan selama ini adalah salah.

Salah langkah, aku salah memilih pekerjaan. Salah memutuskan jalan  hidup.




Sekarang kita beralih ke masalah uang, gaji dan insentif.
Timbul pertanyaan, mengapa dibahasnya terakhir?
Kok kalian tidal mengerti juga, aku bukan pria matre

"Semua orang butuh uang, tapi tidak semua orang menomorsatukan uang".

Gajiku yang masuk di siang hari tanggal 21 Desember 2016. Berkurang drastis, hampir 30 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Luar binasa. Tapi ternyata tidal hanya aku seorang. Satu FC kontrak juga jumlah gajinya sama dengan aku.

Insentif.

Saat KPA aku di posisi very low, gajiku Rp 1,1 jutaan (anggap saja segini adanya).
Saat KPA aku di posisi low, gajiku Rp 1,3 jutaan.
Dan saat KPA aku di posisi medium, gajiku Rp 1,5 jutaan.
Jadi setiap naik satu level (KPA), gaji hanya naik 200 ribuan saja.

Wow....

Banyak dari mereka yang berkata kepadaku, jika gaji ku akan besar. Sebesar gajah atau dinasaurus?
Lalu besar apanya?
Bohong mereka yang besar.

Lucu saja setiap kali aku mendengar itu, namun lagi-lagi aku pura-pura bodoh dalam diam.

Pantas saja ada kabar burung yang mengatakan bila FC dengan sengaja tidak terlalu mementingkan KPA, mereka dengan sengaja membiarkan sebanyak mungkin debitur untuk move to 31, agar bisa dicetak ST (surat tugas/surat tarik). Dengan tujuan mendapatkan biaya tarik, insentif tambahan (yang bisa berkisar antara Rp 1.250.000 hingga Rp 1.500.000).
Lalu bandingkan dengan insentif KPA yang hanya Rp 200 ribu saja.

Luar biasa jauh bedanya (hampir 8 kali lipat).
Pantas saja banyak FC yang KPA nya low ataupun verylow.

Anggap saja itu hanya lah kabar burung. Entah benar entah tidak. Tapi jika seandainya aku menjadi management (ataupun Presdir) aku akan merubah sistem gaji/insentif. Insentif tambahan (biaya tarik) diperkecil sebaliknya insentif KPA diperbesar. Untuk memacu semangat karyawan untuk berjalan di atas rel.


Kabar terbaru, 22 Desember 2016. Tersiar kabar, Mr. Z akan diberi surat peringatan (SP) 2. Makin jelas, aku akan semakin dibenci. Semakin panas, semakin dekat dengan perpecahan besar di kantor.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.