<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Bapak Oh Bapakku

Sunday, January 22, 2017

Bapak Oh Bapakku

Tanggal 11 Januari 2017. Pagi jam 8 aku berangkat kerja. Kakakku mendapat SMS dari perawat sebuah rumah sakit di kotaku, tempat di mana Bapakku dirawat selama sebulan. Perawat menyuruh kami untuk menjemput Bapak.



Dan sekitar pukul 13.00. Kami (Aku dan Kakakku) sampai di rumah sakit. Aku dan Kakak lewat depan ruangan Epsilon, ruangan tempat Bapakku dirawat. Terlihat, Bapak duduk sendirian di barisan bangku, ada dinding kaca tepat di depannya. Sedih sekali aku melihatnya.
"Mengapa harus seperti ini, hidup yang harus aku jalani," kataku dalam hati.

Pernah dulu, aku duduk sendirian di dalam mobil (tentunya bukan mobil kami). Aku memandangi satu keluarga yang bergandengan tangan sedang menyeberang jalan menuju sebuah mall. Seingat aku, tidak pernah keluarga ku seperti itu. Iri sekali hati ini.
Tapi ya sudah lah, setiap orang punya keluarga yang berbeda, jalan hidup yang berbeda, keberuntungan yang berbeda-beda.

bapak


Ok, balik lagi ke cerita di rumah sakit. Setelah Bapak melihat kami datang, Bapak langsung pindah ke ruangan utama Epsilon. Kakak langsung memeluk Bapak, sedangkan aku tidak. Aku yang bodoh, yang lebih mementingkan ego.
Saat dipeluk, Bapak berkata:"Kenapa lama sekali kalian jemput?"
Tersayat hati mendengarnya.

Setelah tandatangan beberapa berkas, pulang lah kami bertiga. Lalu aku membonceng Bapak ke warung (toko). Katanya Bapak mau membeli rokok. Bapak meminta uang dan aku berikan uang Rp 50 ribu. Kemudian Bapak menyuruh aku pulang duluan, sedangkan Bapak mau jalan kaki saja. Kakakku yang menyusul dari belakang, melihat Bapak mendatangi rumah kakek Nulang. Rumah kami tidak terlalu jauh, dan juga tidak jauh dari rumah sakit.

Mengapa Bapak jalan kaki?
Sangat marah kepada kami (Mamaku, Kakakku, Adikku, terlebih kepada aku)?
Entah lah.

Sekitar satu jam Bapak sampai di rumah kami. Dan Bapak tidak mau langsung masuk ke rumah kami, hanya duduk di teras rumah sendirian.
Sangat marah kepada kami?
Entah lah.

Lalu Bapak meminta kopi ke Mama. Sekitar pukul 14.30 aku harus balik ke kantor ku. Bertanggung jawab atas kewajiban. Setelah tadi waktunya makan siang.

Sorenya, Mama cerita jika tadi setelah habis minum kopinya, Bapak langsung pergi, alasannya mau ambil handphone yang sebulan yang lalu dia gadaikan.

Malamnya Bapak tidak pulang. Kami sangat resah dan ketakutan. Sedangkan saat pergi, Bapak tidak membawa HP.

Singkat cerita, 13 Januari 2017, Adikku mencari Bapak ke rumah Nensi. Orang yang paling Mama benci. Kata Nensi, Bapak ada di rumah Meri. Padahal Nensi dan Meri adalah bibi kandung aku. Tapi aku tidak sudi memanggil mereka bibi. Karena sikap mereka yang tidak layak untuk dihormati. Karena mereka berdua ingin memisahkan Bapak dari kami. Ingin kedua orangtuaku bercerai. Cukup itu saja cerita tentang mereka berdua. Karena kalau diceritakan semua, bisa 100 halaman untuk mengetiknya.

Kemudian malamnya, Adik dan Kakak, pergi ke rumah Meri.
"Besok saja Bapak pulang," ujar Bapak.
"Besok aku jemput ya pak?" tanya adikku.
"Ya," jawab Bapak.

14 Januari 2017 Akhirnya kami berlima bisa berkumpul bersama. Setelah sebulan terpisah jarak dan waktu.

Balik ke tanggal 1 Januari 2017
Pertama kali tahun baru tanpa Bapak.


16 Januari 2017
Untuk pertama kalinya, aku melihat ada 2 butir obat yang aku lihat di lubang closet kamar mandi (WC). Aku masuk kamar mandi setelah Bapak keluar. Aku pura-pura tidak tahu saja. Seharusnya aku mengadukan langsung hal itu kepada Mama atau Kakak ku. Tapi aku kasihan juga melihat Bapak. Yang terpaksa minum obat, obat yang tak seharusnya diminum. Bapak tidak lah sakit. Sakitnya bapak adalah normal, dan tidak normalnya Bapak adalah sakit.
Kalian bingung?
Aku saja bingung.
Dilema. Dibiarkan (tidak diceritakan), nanti hanya tinggal menunggu Bapak kumat. Diceritakan, nanti jadi ribut. Entah lah.

"Obat anjing," ucap Bapak beberapa hari sebelum 12 Desember 2016.
Teriris sakit ini mendengarnya.


20 Januari 2017. Akhirnya Mama tahu hal itu dari Kakak.
Mama berkata kepada Bapak: "Kau buang kan obat ke got depan rumah dan lubang closet, hanya pura-pura minum obat".
Bapak hanya tertawa.

Akhirnya Bapak mengakui jika tidak minum obat saat di rumah sakit kemarin. Dan Bapak tidak membantah jika obat dibuang.

Padahal sudah beberapa hari aku menyembunyikan rahasia. Tapi karena Kakak sudah cerita ke Mama jika Kakak melihat ada obat yang terbuang di got depan rumah, akhirnya aku pun cerita ke Mama, jika ada obat yang terbuang di lubang closet WC.

Sungguh luar biasa Bapak pintar bersandiwara. Cocok lah dengan Kakak kesayangannya. Tadi siang dari jam 1 sampai jam 4 sore. Ada Meri dan Ninsi ke rumah. Ketawa-ketawa. Padahal Mama kasihan tersiksa mendengar tawa mereka.
Luar biasa sabarnya Mamaku mengahadapi tingkah laku Bapakku...

2 comments:

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.