<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Mr. J Tidak Kasih Aku Cuti

Saturday, January 7, 2017

Mr. J Tidak Kasih Aku Cuti

Sudah sejak lama aku ingin mengajukan cuti, namun belum menemukan waktu yang tepat. Dan saat ini aku sudah mendapatkan tanggal yang pas. Yaitu tanggal 26 dan 27 Januari 2017.



Kenapa di tanggal itu?
Ya kalian lihat lah, hari setelahnya.
28 Januari 2017 adalah Tahun Baru Imlek (libur/tanggal merah).
Dan 29 Januari 2017 adalah hari minggu (libur juga).

Jadi jika ditotalkan, aku punya 4 hari libur.

cuti


Pagi jam 9 di tanggal 6 Januari 2017, aku sebenarnya ingin mengajukan cuti ke Mr. J (CH). Namun tak jadi, karena aku melihat suasana hatinya rada panas. Dia menelepon debitur dengan marah-marah. Padahal biasanya dia pandai menahan emosinya.

Lalu siangnya, pulang dari kunjungan ke rumah-rumah debitur, aku duduk sejenak di meja para FC. Sambil mengamati situasi dan kondisi. Terasa suasana lagi adem. Dan kebetulan Mr. R (CC) ditelepon Mr. D (BM) untuk ke ruangannya. Lalu pergi lah si Mr. R, si tukang pembuat onar. Hanya berani memaki-maki aku, tapi tak berani memaki FC senior.

Tak ingin membuang waktu yang berharga, aku langsung ke meja Mr. J.
"Pak, aku boleh kan mengajukan cuti?" Tanya ku sambil memasang muka memelas, mengharapkan belas kasih.
Kenapa aku menggunakan kata "boleh kan"?
Karena aku diajarkan Mamaku untuk selalu bertanya, merendah.
Dan aku tidak menggunakan kata "boleh tidak"?
Karena menurut ilmu psikologi, orang jika ditanya "tidak", cenderung akan menjawab tidak. Makanya itu, aku bertanya "boleh kan" agar kemungkinan besar dijawab boleh.
Namun, apa daya. Aku belum beruntung.
Yang aku hadapi adalah si tangan besi, keras kepala.
Bukannya Bredmart juga seperti itu?
Hehehe.... iya sich....

"Nanti akan saya cari tahu, apakah karyawan kontrak bisa ambil cuti," kilah Mr. J.

Aku langsung lemas mendengar kata-kata itu. Karena itu adalah penolakan secara halus. Sulit untuk menjadi kenyataan, kemungkinan kecil rencana akan berhasil.

Padahal seingat aku, Mr. R. K yang juga masih karyawan kontrak pernah mengambil cuti.

Mr. J sama seperti memukul air dalam baskom.
Maksudnya?
Airnya malah menciprat (mengenai) mukanya sendiri.

Padahal sehari sebelumnya (6 Januari 2017) dia telah mengambil cuti selama satu hari. Seharusnya dia malu, tidak menjawab iya (menolak pengajuan cuti aku).

Tapi ya sudah lah. Dunia memang tidak adil, dan tidak akan pernah adil.

Mr. J sama seperti Mr. R.
Hanya berani (tegas) ke aku saja, tapi tidak ke FC lain.
Apakah karena selama ini aku hanya diam saja?
Hufttttt....

Aku jadi malas kerja serius (all out).
Dan semakin besar niat aku ingin mengundurkan diri.
Meskipun masa kontrak masih ada 3 bulan lagi (hingga 14 April 2017).

Buat apa gaji besar, tapi tekanan besar. Apalagi tiap hari, aku dimaki-maki Mr. R.
Aku saja bingung, sebenarnya aku ini manusia atau tidak?
Tunggu saja rencana-rencanaku.

Mereka mengatakan aku ini bandel, karena tidak mau ikut makan bersama.
Salah?
Apakah ada aturan yang aku langgar?

Mereka juga mengatakan aku bandel karena aku tidak mau pakai baju kaos kemeja di hari jumat dan sabtu.
Salah?
Apakah ada aturan yang aku langgar?

Mereka terlalu melebih-lebihkan aturan.

Berbeda dengan prinsip aku, jika bisa dipermudah kenapa harus dipersulit.


Sabtu 7 Januari 2017.
Mr. R mereview semua FC. Aku yang selalu pertama kali dibantai. Kalau aku, dia marah-marah, tapi kalau FC lain, Mr. R pelan suaranya.
Padahal Mr. R. K (FC) move to PA dia sudah 2 debitur. Tapi Mr. R hanya berkata santai dan pelan. Tapi hari ini ada satu debitur aku yang mau move to PA. Dia langsung sibuk. Tidak adil sekali. Padahal move to PA aku masih 0. Aku satu-satunya move to PA yang masih 0.
Sungguh dunia tidak adil.

2 comments:

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.