<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Mr. R Yang Angkat Kaki, Atau Aku?

Tuesday, January 24, 2017

Mr. R Yang Angkat Kaki, Atau Aku?

Memang judulnya cukup keras. Tapi memang itu lah adanya. Tidak lagi sama seperti dulu (sembilan bulan ke belakang).

Mungkin kalian akan bertanya memangnya ada apa?



24 Januari 2017, sekitar pukul 9 pagi. Lagi-lagi Mr. R memaki-maki aku. Saat itu Mr. J pergi ke lantai bawah. Entah memang benar-benar tidak tega melihat aku dimaki-maki atau karena hal lain.

Ya seperti biasa, Mr. R puas sekali memaki-maki aku. Disetiap harinya. Seperti adanya pembiaran. Tapi kalau memang pembiaran, mengapa Mr. J turun ke bawah, saat Mr. R membentak aku? Kamuflase? Entah lah.

Mr. R mengatakan jika SPD aku selanjutnya, aku harus memfoto rumah debitur. Karena dia tidak percaya jika aku mendatangi rumah debitur.
Haha
"Apa dia suci?" Tanya ku dalam hati.
Padahal aku bisa menulis banyak pelanggaran yang telah dia lakukan. Entah itu yang telah pernah dia ajarkan kepadaku, ataupun aku dengar cerita dari FC lain. Tapi ya sudah lah. Aku juga tidak punya bukti.

Tapi aku selalu berusaha berpikir positif saja:
"Jikalau ada seorang atasan yang mengajarkan teladan kepada bawahannya, berarti dulunya si atasan juga teladan. Jikalau ada seorang atasan yang melarang bawahannya untuk tidak melakukan pelanggaran, berarti dulunya si atasan juga tidak pernah melakukan pelanggaran."

Mengapa?
Ya karena lucu saja, jika "maling teriak maling".
Wkkwkkk hahaha....

Kalau di perusahaan tempat ku bekerja (terlebih divisi collection):
"Bukan masalah apa atau apa, namun masalahnya siapa atau siapa."

Maksudnya?
Perlakuan ke senior berbeda dengan ke junior. Kalau ke aku pisau sangat tajam, tapi jika ke senior pisau sangat tumpul.

Mr. D (FC senior) berkata kepadaku (di tanggal 21 Januari 2017),"Kau merasa stres tidak?".
"Memangnya tidak terlihat di wajah aku?" Jawabku.

resign


Intinya dia ingin resign, karena sudah ada pekerjaan lain. Aku pun berencana akan ikut mengundurkan diri.

Aku selalu ingat satu hal:
"Keluar satu keluar semua," kutukan dari Mr. R. S (FC yang dipecat Mr. J).


Mungkin kalian akan mengatakan:"Bredmart tidak bisa mengundurkan diri (resign) kan karyawan kontrak".
"Kata siapa tidak bisa?" tanya ku kepada kalian.
"Bisa kok," jawab ku.

Karena menurut surat kontrak yang hanya dua halaman. Ada tertulis di pasal 3 ayat 1:
"Dalam jangka waktu dimaksud di atas dalam pasal 1, para pihak berhak untuk memutuskan hubungan kerja, dengan pemberitahuan tertulis terlebih dahulu 1 (satu) bulan sebelumnya."

Jadi, bisa mengundurkan diri, meskipun ada kontrak 1 tahun. Tapi logikanya, masa kontrak aku akan habis kurang dari 3 bulan lagi. Kalau mengajukan surat pengunduran diri yang satu bulan. Bukan kah itu tanggung? Capek-capek saja buat surat. Kenapa tidak tunggu saja, sampai habis (waktu normal)?

Tapi satu hari saja, ibarat satu tahun.
Aku tidak merasa lelah di luar, tapi lelah di dalam.
Padahal biasanya, karyawan lapangan lebih merasa takut jika di luar kantor daripada di dalam kantor. Namun berbeda dengan aku. Aku lebih merasa bahagia di luar kantor daripada di dalam kantor. Saat aku sengaja duduk-duduk di taman ini dan di taman itu. Aku merasakan kehidupan. Buang suntuk, melepas penat. Berusaha meredam emosi.


Tadi pagi saat aku meminta tandatangan ke Mr. J. D (BM) untuk klaim Surat Perjalanan Dinas (SPD). Istilahnya meminta duit, ganti uang yang sudah aku pakai selama di perjalanan (seperti uang beli bensin mobil, uang makan, uang saku). Seperti biasa beliau memberi aku nasihat-nasihat yang membangun.
Dia bertanya:"masih semangat kan kerja di sini?"
Aku diam saja, sengaja.
Lalu dia berkata,"Kok diam saja, masih mau di sini kan?"
"Masih," jawabku dengan sangat singkat.

Aku yakin dia tahu, kalau aku sebenarnya berbohong. Dia tahu kalau aku ingin mengundurkan diri (resign). Tapi aku tidak ingin berbicara secara langsung, namun pakai ekspresi muka ku.

Lalu apa yang sebenarnya Bredmart tunggu?
Mengapa belum juga menulis surat pengunduran diri?

Aku tak mungkin menuliskan alasannya di sini. Biar lah tetap menjadi rahasia. Meskipun sudah ada perusahaan yang akan segera menerima aku, setelah aku angkat kaki. Tapi aku masih harus menahan diri. Masih ada satu misi, yang belum terselesaikan.

Aku sudah sangat lelah. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja. Karena ada pepatah lama yang mengatakan:"strategi yang tepat di waktu dan tempat yang tepat".

Sekalian menunggu, mana tahu akan ada mukjizat. Yang tidak disangka-sangka terjadi.

Apa itu?
Ada deh.....hehehe

Dengan tulisan ini, aku berharap Mr. J segera berpikiran realistis. Jangan hanya membaca. Tidak mungkin aku berlama-lama di sini. Aku harus angkat kaki sebelum aku benar-benar gila. Dia harus cepat-cepat mencari pengganti aku (FC baru).

Sepertinya ini sudah batas kesabaran aku. Aku harus mengambil tindakan kecil sebelum tindakan besar.


Aku sudah benar-benar tidak telap lagi. Aku makin bertekad mau resign (mengundurkan diri). Tapi aku tahu, tidak lah mudah mengajukan surat pengunduran diri. Mereka, terlebih lagi Mr . J pasti akan menahan aku. Aku tidak merasa spesial, tapi aku merasa aku masih dibutuhkan.

Kemungkinan pertama: Mr. R ingin aku tidak kerja lagi (dipecat). Entah itu karena iri, atau karena hal lain. Tapi Mr. J tidak setuju dan ingin aku tetap dipertahankan.

Kemungkinan kedua: Mr. R benar-benar dengan tulus ingin membantu aku, karena dia tahu sifat kami punya banyak kesamaan. Dia ingin aku bisa diangkat jadi karyawan tetap.

Kemungkinan ketiga, ada deal-dealan politik.

Kira-kira bagaimana caranya untuk keluar dari siksa kubur ini? Karena terlalu sakitnya, aku menggunakan kata "siksa kubur". Aku sudah sangat lelah.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.