<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Mengajukan Surat Pengunduran Diri

Thursday, February 2, 2017

Mengajukan Surat Pengunduran Diri

Hari Selasa, 2 Februari 2017 Bredmart resmi mengundurkan diri dari sebuah perusahaan leasing mobil. Bekerja sudah 9 bulan lebih (tepatnya 298 hari). Mengapa, apa yang telah terjadi?
Pada intinya aku sudah sangat tidak tahan lagi mendengar sindiran dari Mr. J (CH) dan makian dari Mr. R (CC).



Sudah sangat lelah, ingin segera diakhiri. Meskipun bulan Januari (End of Month) aku capai target (KPA Medium). Tapi aku merasa sudah tidak tahan lagi. Tidak ada lagi semangat dalam tubuh.

Ada baiknya kita balik dari awal sekali. Dimulai dari sembilan bulan yang lalu tepatnya di tanggal 11 Maret 2016, saat temanku yang bernama Santo, mengajak aku untuk mengantar surat lamaran kerja ke perusahaan leasing mobil. Anggap saja nama perusahaannya "XXX". Kalian jangan berpikiran kotor ya...

12 Maret 2016 aku dan temanku memenuhi panggilan untuk datang ke perusahaan XXX untuk sesi tes IQ. Hanya sebuah tips buat kalian yang mau coba melamar ke perusahaan leasing. Kalau mau tes IQ, pelajari saja padanan kata, sinonim-antonim, statistik, hitung-hitungan tambah kurang kali bagi, membedakan deret angka atau huruf sama atau beda, dll. Ketelitian, karena kolektor dituntut untuk teliti dalam berhitung (saat mengambil angsuran jangan kurang uangnya, karena akan dipaksa nambah/nombokin).

Rata-rata tesnya hampir mirip dengan tes di perusahaan yang lain ataupun tes CPNS. Lalu saat mengirim surat lamaran, kalau bisa melampirkan surat keterangan pengalaman kerja salah satunya wartawan ataupun guru. Karena dua pekerjaan ini punya korelasi (hubungan) ke dunia kolektor. Intinya kolektor harus berani berbicara. Jangan takut-takut seperti Bredmart, hahaha. Juga lampirkan sertifikat mengemudi. Karena baik kolektor ataupun surveyor, nantinya akan membawa mobil operasional perusahaan saat melakukan perjalanan dinas ke luar kota. SIM A dan SIM C juga harus punya. Karena kalau follow up ke rumah debitur yang di dalam kota, pakai motor punya FC masing-masing.

Lalu di surat lamaran kerja, tuliskan kalau kalian suka menganalisa, ingin jabatan analis. Karena baik CMO/sales/surveyor ataupun kolektor membutuhkan kemampuan (skill) analisa debitur/customer. Lalu aku perhatikan tanda tangan dari banyak petinggi (karyawan menengah dan atas). Banyak yang mirip dengan tanda tangan aku. Tapi aku tak bisa menunjukannya. Soalnya bahaya, tanda tangan itu privasi. Dan kalau dari segi psikologi, tanda tangan menunjukkan kepribadian seseorang. Pelajari ilmu tentang tandatangan, kalau aku tidak salah namanya graphology (ilmu yang mempelajari tulisan tangan).

16 Maret 2016 Aku dan Santo, ikut tes wawancara. Tips, saat wawancara kita harus bisa berargumen, bisa berdebat, tapi dengan sopan. Jangan iya-iya nganguk-ngangguk kepala saja. Gaya bicara harus terlihat percaya diri. Ada yang bilang pakaian warna biru celana jeans terlihat berwibawa. Entah lah. Di hadapan tiga orang atasan aku berkata,"Tidak semua karyawan mencari tingginya gaji ataupun jabatan, tapi ada karyawan yang mencari tingginya rasa aman".

Mungkin kalian akan berkata,"Loh semua pekerjaan kan punya resiko/tantangan yang bisa menimbulkan rasa tidak aman".

Iya, memang benar. Maksud aku, rasa aman itu cakupannya sangat luas. Rasa aman tidak hanya masalah kriminal. Salah satu contohnya: tidur di malam hari dengan tenang itu termasuk rasa aman. Itu yang tidak aku alami selama aku bekerja. Silahkan kalian bertanya ke adikku, yang biasa tidur bersama aku. Sering dia melihat aku gelisah tidur, mengigau, terbangun-bangun, dll.

22 Maret 2016 Mr J dan Mr. R berkunjung ke rumah aku. Entah untuk tujuan apa. Kata mereka, itu sudah prosedur peraturan baru. Dan rumah ku juga difoto Mr. R.

23 Maret 2016 sekelompok pemuda (dari sebuah instansi) lewat depan rumahku. Saat itu aku baru pulang dari sebuah tempat. Sangat terkejut aku dengan kejadian itu. Mereka menggeledah jaket, celana, jok motor dan memeriksa handphone aku. Salah satu dari mereka menodongkan sebuah pistol. Lalu ada selembar kertas bertuliskan adanya razia dan ada tanda tangan atasan mereka. Karena aku dulunya wartawan dan suka baca berita online. Jadi aku tahu jika nama atasan mereka memang benar adanya. Tapi buat apa mereka merazia aku? Karena aku orangnya tidak mengenal kata "kebetulan". Aku merasa kejadian itu adalah sebuah konspirasi.

24 Maret 2016 aku mendapat telepon dari kantor XXX untuk melengkapi syarat penerimaan karyawan.

28 Maret 2016 Aku datang lagi ke kantor XXX hanya untuk melengkapi persyaratan. Padahal kemarin, katanya Mr. J kalau hari ini aku mulai training hingga  31 Maret 2016 dan sudah aktif bekerja tanggal 1 April 2016 (tepat di hari ulang tahunku). Ternyata tidak jadi.

7 April 2016 Mr.J menelepon aku, menyuruh aku agar datang di tanggal 11 April untuk mulai training. Hore, hore, kerja, kerja.

Senin, 11 April 2016 hari pertama Bredmart bekerja sebagai field collector (fc) di kantor XXX. Dan di hari yang sama aku pertama kali mendapat makian dari Mr. R.
Dia bertanya:
"Bisa pakai komputer?" tanya Mr.R.
"Bisa sedikit," jawabku.
"Jangan sedikit-sedikit," ujar Mr.R dengan nada tinggi.

Apa aku salah bicara? Lalu apa yang seharusnya aku katakan?
Apa iya aku harus berkata, bisa sangat. Berarti itu sombong, betul tidak? Serba salah. Apa aku harus berkata, bisa? Jangan ada embel-embel "sedikit". Cukup mengatakan "bisa". Itu lah awal dari perselisihan kami berdua.

pengunduran diri


Singkat cerita.
Selasa, 31Januari 2017 (end of month Januari). Akhirnya tikus bisa memancing kucing untuk keluar dari sarangnya. Loh, kok tikus yang memancing, bukannya biasanya kucing yang memancing? Ya beda lah. Aku kan beda dari biasanya. Akhirnya aku bisa memancing CC keluar membantu aku. Sekitar jam 2 siang Mr. R menelepon aku, tapi tidak aku angkat. Memang sampai 10 kali panggilan tidak terjawab. Wajar sih kalau dia marah. Lalu dia SMS menyuruh aku untuk datang ke kantor. Saat aku sampai di kantor (ruang kasir). Seperti biasa Mr. R memaki-maki aku, tidak hanya di depan rekan kerjaku, namun juga didepan debitur/customer. Luar biasa memalukannya aku dibuatnya. Itu sudah kelewatan. Kalau dimaki didepan reka kerja masih wajar, tapi kalau sudah di depan debitur itu sudah sangat tidak wajar.

Sejak itu lah aku semakin kuat bertekad ingin segera mengundurkan diri. Karena biasanya kalau EOM kami pulang sampai malam. Sekitar jam 9 malam aku dan Mr. R. K (FC) disuruh membeli martabak india untuk kami makan sembari menunggu EOM. Waktu di tempat penjual martabak, aku dan Mr. R. K mengobrol.
"Kalau mau kasih surat pengunduran diri, kasih ke siapa?" tanyaku ke Mr. R. K
"Kurang tahu, ke siapa ya," jawab Mr. R. K.
Intinya hanya dia seorang yang tahu jika aku ingin mengundurkan diri. Aku yakin, Mr. R. K sudah menyebarkan cerita itu. Memang sih, masih ada kemungkinan Mr. R. K adalah orang yang pandai menyimpan rahasia. Entah lah. Tapi yang ku tahu. Di antara mereka (karyawan perusahaan), kalau ada sebuah info pasti cepat menyebar. Entah itu lewat cerita (gosip) ataupun lewat grup BBM (medsos).

1 Februari 2017 saat briefing (doa) di pagi hari. Divisi collection mendapat tepuk tangan dan pujian dari divisi marketing dan operation (administrasi) dan tentunya juga BM.
Tumben, kok bisa?
Soalnya pencapaian divisi collection cukup bagus. Tak percaya. Seperti mukjizat.
"Jangan hanya euforia saja," ujar Mr. N (MH).
Sepertinya dia mengejek kami.

Mr. R yang biasanya pemarah, tapi hari ini jadi murah senyum. Ya iya lah, insentif dia pasti melonjak naik. Dan Mr. J yang biasanya bermuka muram hari ini sangat ceria. Mr. J memuji keberhasilan tim kolektor, semua bekerjasama dan CC juga mau membantu FC. Itu pujian atau sindiran? Berarti sebelumnya?


Selama sembilan bulan lebih, ada banyak kata-kata dari mereka yang sangat menusuk perasaan:
"Jangan buang-buang waktu lah," ujar Mr. D (BM baru).
"Nyemai bae kau ni," ujar Mr. D (FC).
"Kalau cuma mengantar SP mending aku suruh OB," ujar Mr R.
"Buat surat pengunduran diri atau dikasih deadline," ujar Mr. J
Ibarat permainan badminton (bulutangkis). Mr. J service bola tanggung, ya langsung aku sambar (smash).

Sore sekitar pukul 17.30, setelah aku menyelesaikan buat laporan (pergi dengan baik-baik, tidak seperti FC yang aku gantikan, dia resign pas di akhir bulan. Saat genting, membuat yang lain pada kocar-kacir). Saat itu hujan turun. Dan Mr. R izin ke Mr. J untuk keluar membeli obat. Itu lah waktu yang tepat buat aku untuk memberikan surat pengunduran diri ke Mr. J. Berbicara empat mata. Eh, tiga puluh menit kemudian Mr. R telah tiba. Intinya surat pengunduran diri aku sudah diterima Mr. J. Dan mereka berdua menyuruh aku untuk berpikir ulang malam di rumah. Dan masih berharap besok berubah pikiran.
"Hellow, berharap Bredmart berubah pikiran, kiamat," ujarku dalam hati.
Padahal sebelumnya Mr. J sudah beribu kali mengancam akan mereview (memecat) aku. Sejak dari bulan kedua aku bekerja sudah ku dengar ancaman pemecatan. Dan juga dia berkata, sudah ada calon FC baru yang siap untuk menggantikan aku.
Lalu sekarang, saat aku menyerang balik All-in (mempertaruhkan semua koin taruhan/chip).

Akhirnya 2 Februari 2017, aku resmi mengundurkan diri dari kantor tempat selama ini aku bekerja, mencari uang dan pengalaman. Sekitar jam 9 pagi aku ke kantor, padahal biasanya jam 8 aku berangkatnya. Lalu aku bertemu Mr. J  lalu kami berdua ke ruang Mr. Y (AH). Mr. J mengisi formulir karyawan yang mengundurkan diri. Ternyata aku tidak ada tanda tangan apapun. Hanya disuruh mengembalikan kartu nama (ID card).

Setelah itu menyalam sambil mengucapkan kata maaf jika ada salah kepada semua karyawan (meskipun tidak semua).
Sedih memang, tapi apa boleh buat.
Aku tak tahan lagi mendengar makian dari Mr. R dan sindiran dari Mr. J.

Lalu?

Ya pulang lah aku ke rumah.
Selesai sudah penderitaan selama ini yang aku pendam seorang diri.
Ibaratnya: siksa dalam kubur.
Meskipun aku tahu dan sadar, jika apa yang telah Mr. R perlakukan ke aku adalah tujuan baik. Agar mental aku kuat, tuntutan sebagai kolektor. Tapi paru-paru dan jantung aku tidak kuat. Sering aku sesak nafas, muka pucat mau pingsan (ah lebay). Tapi tetap aku ingin berterima kasih kepada Mr. R.

Di saat ada orang yang bertanya mengapa aku keluar. Aku anggap mereka hanya membohongi diri mereka sendiri. Padahal mereka sudah tahu jawaban atas pertanyaan mereka, tapi mereka tetap bertanya.


Habis sudah tentang dunia kolektor yang bisa aku ceritakan. Mungkin ini lah tulisan terakhir yang bisa aku publish. Dengan rasa sedih (melankolis), aku menyatakan kata maaf untuk kalian karena sudah tidak ada lagi yang bisa ku bagikan. Mungkin, nantinya aku akan menceritakan tentang pekerjaan yang lain, itu pun kalau nanti aku diterima kerja di tempat lain. Ya mudah-mudahan saja.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.