<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Jomblo Bekarat 8 Tahun Sudah

Tuesday, March 21, 2017

Jomblo Bekarat 8 Tahun Sudah

Seharusnya tulisan ini aku publish di 11 Maret 2017 kemarin, namun karena kesibukan maka baru sempat hari ini. Langsung saja, 11 Maret 2017 tepatnya di pukul 20.30 WIB. Saat aku berbaring sendirian di tempat tidur. Seperti biasa, sebelum tidur aku memutar musik di handphoneku. Sembari menunggu hingga mau tertidur. Kalau orang lain, sudah tertidur tapi handphone-nya masih bersuara, tidak dimatikan. Kalau aku beda, kalau sudah merasa mengantuk berat, aku segera mematikan handphone dan langsung tidur pulas. Jadi saat terbangun di esok hari, handphone ku tidak lagi aktif.


jomblo berkarat


Balik lagi ke cerita sebelum tertidur. Entah kenapa malam ini ada sebuah pertanyaan yang muncul dalam kepalaku.
Pertanyaannya adalah: "sudah berapa tahun aku menjomblo?".
Pertanyaan yang sebenarnya malas untuk aku jawab. Pertanyaan basi. Tak ada guna menjawabnya. Tapi karena aku sendiri yang bertanya, jadinya ya mau tidak mau aku jawab sendiri. Setelah aku ingat-ingat, kalau tidak salah ingat. Terakhir aku pacaran waktu di semester dua saat aku kuliah. Kenapa tidak melihat catatan (diary), biar tepat waktunya? Sekarang kita menduga-duga saja dulu. Nanti baru aku cek. Aku masuk kuliah di bulan 8 tahun 2008. Berarti semester dua di mulai di awal tahun berikutnya (tahun 2009). Lalu, ayo kita mulai berhitung, sudah berapa lama aku menjomblo (hidup tanpa pacar).
Di mulai di tahun: 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017.
Berapa tahun?
Iya, 8 tahun sudah. Hahaha, wkwkwk.
Loh kok bangga? Ya bangga lah, mana ada orang lain yang bisa tahan hidup sendirian selama itu. Sekarang kan, budayanya malu sekali jika menyandang status "jomblo". Kalau aku biasa saja. Ada pacar ya syukur lah, dan kalau tidak ada ya sudah lah. Tidak terlalu ambil pusing.

Mungkin kalian akan berkata:
Hati-hati loh kelamaan hidup sendiri nanti bisa kelainan (sakit orientasi seks).
Benar sih, tapi ya mau bagaimana lagi. Aku sudah terjerat dengan ketakutanku sendiri, kegagalan di masa lalu yang selalu saja merantai kedua kaki ku. Menutup mata dan hatiku. Dan lebih parahnya lagi, nasib ikut jahat kepada ku. Nasib menjauhkan aku dari wanita-wanita yang aku sukai. Hingga tak ada lagi yang mau membantu ku untuk keluar dari lubang kegelapan yang selama ini tempat aku bersembunyi.

Ayo dong, ada kah seorang wanita yang mau menyodorkan tangannya, agar aku bisa naik dan keluar dari lubang? Sering terlintas di kepalaku: kenapa ya susah sekali aku mencari jodoh? Mungkin kalian akan berkata: kau sih, pilih-pilih, setelan tinggi. Ya, kalian bukan orang pertama yang mengatakan hal tersebut. Banyak sudah orang yang mengatakan hal itu, termasuk lah Mamaku sendiri. Huftfttttt...... Aku bukannya pilih-pilih, hanya saja tidak mau salah pilih. Pasangan itu tidak sama seperti beli kucing dalam karung. Mencari pasangan itu sama seperti membeli baju. Tidak asal pilih. Dilihat dulu mereknya, warnanya, ukurannya, bahannya, dll.


Bahkan beberapa minggu yang lalu, salah satu bibiku memberi nasihat kepadaku: “buka diri”. Aku bingung, kurang buka bagaimana diri ini? Memangnya apa yang salah dengan aku? Memangnya sudah berapa banyak wanita yang sudah aku tolak? Bukan kah selama ini, aku yang selalu ditolak? Kalau pun diterima, aku hanya dipermainkan. Jadi yang salah itu siapa? Aku atau mereka?

2 comments:

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.