<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Kapan Nikah? Pertanyaan Basi

Saturday, April 1, 2017

Kapan Nikah? Pertanyaan Basi

Sebelum membaca postingan ini, ada baiknya kalian mendinginkan dulu kepala kalian. Soalnya tulisan ini sebagian tidak to the point alias berbelit-belit. Harap bersabar dalam membaca. Jangan emosi ya.

Ada satu kalimat yang ku rasa menyebalkan. Lebih tepatnya sebuah pertanyaan basi. Yaitu:
"Kapan nikah?"



Ya suka-suka aku dong, kapan aku mau nikah. Seperti ada sebuah iklan yang dulu cukup terkenal, aktornya berkata, "may be yes may be no"

Aku bingung saat orang-orang berkata, "jangan dilama-lamai".
Mengapa jangan?
Seberapa bahaya kah jika dilama-lamai?
Seberapa bermanfaat kah jika dipercepat?

Kok yang jadi sibuk mereka ya?
Sedangkan aku sendiri dari dulu sampai sekarang, santai-santai saja. Walaupun umur ku sudah ke-27 tahun.

nikah


Aku bukannya tidak ingin memakai jas berwarna hitam celana dasar hitam.
Aku bukannya tidak ingin memeluk wanita yang mengenakan gaun panjang berwarna putih, sambil kami memegang sekuntum bunga. Aku bukannya tidak ingin mencium kening si buah hati dan menggendongnya. Aku bukannya tidak ingin memberikan cucu kepada kedua orangtuaku. Meskipun sudah sejak lama ada keinginan mereka. Aku bukannya tidak ingin sibuk menulis daftar orang-orang yang akan ditulis di surat undangan. Aku bukannya tidak ingin menyewa gedung dan memesan catering.

Menikah itu harus siap 2 hal.
1. Siap mental.
2. Siap finansial.


Bagiku menikah adalah batas antara sesudah dapat melakukan apa yang sebelumnya tidak boleh dilakukan.

Aku bingung melihat beberapa dari mereka. Jadi jika sebelum, sudah melakukan apa yang hanya boleh dilakukan saat setelah, lalu apa gunanya lagi menikah?

Bukan berarti aku sudah. Karena kalau aku sudah, aku akan mudah menerima wanita yang sudah. Wanita yang sudah banyak bertaburan, berkeliaran mencari mangsa pelampiasan balas dendam.

Karena biasanya pria yang tidak mempermasalahkan apakah pasangannya (ceweknya) ternyata sudah melakukan, berarti pria tersebut juga sudah melakukan sebelumnya. Karena jika pria itu  belum pernah melakukan, dia pasti akan mempersalahkan sudah atau belumnya seorang wanita. Contohnya aku, yang cukup selektif mencari pasangan hidup. Pasangan hidup loh, bukan status pacaran.


Banyak teman-teman ku, atau orang-orang di facebook, yang memasang foto pernikahan mereka. Bahkan ada yang tidak mengantinya dalam waktu yang sangat lama.

So what?

Lebay ah....
Aku bukan iri (meskipun iya)...
(Dasar plin-plan).

Aku bukan tidak mau menikah. Hanya saja tidak mau cepat nikah.
Buat apa nikah cepat?
Cepat stres menjalani beratnya pernikahan.

Bukan kah dunia pernikahan adalah monoton? Membosankan.
Di setiap harinya, bertemu orang yang sama, melakukan hal yang sama, dan di tempat yang sama. Tidak hanya setahun atau dua tahun. Namun untuk jangka waktu berpuluh-puluh tahun. Padahal jikalau di tengah perjalanan bertemu dengan masalah. Tidak boleh berjalan mundur ke belakang.

Kalau aku mau, aku bisa meminta Mamaku untuk mencarikan aku calon istri. Karena menurut adat ku, sangat gampang mencari pasangan (pariban). Apalagi mencarinya di kampungku. Apalagi jumlah wanita jauh lebih banyak dibandingkan pria (mitos). Ah, pejam mata saja bisa aku menikah.

Tapi, setelah menikah????



Aku berpikir, dengan menjomblo aku tak perlu cemburuan dan curigaan. Dan juga tak perlu mengurung diri bahkan bunuh diri. Aku tak perlu melakukan itu semua, karena hidupku bebas. Sangat sangat bebas.

Karena di pagi hari aku tidak perlu berusaha mengetik SMS "Selamat pagi, cinta."

Padahal kedua mataku baru terbuka.

Aku juga tidak perlu bertanya atau ditanya "di mana?" "sama siapa?" "lagi apa?".

Di siang hari, tak perlu antar-jemput pasangan. Buang-buang waktu dan bensin saja.

Dan di malam hari, aku juga tak perlu terpaksa menahan kantuk saat mau tidur. Saat sms-an atau chatingan dengan pasangan. Padahal mata sudah berat ingin terpejam.



Kapan Bredmart akan berubah pikiran, ingin menikah?
Saat setengah jiwa ku pergi, kematian seseorang yang paling berarti buat hidup ku. Saat itu lah aku mencari pengganti.
Berarti hanya mencari pelampiasan, hanya mencari sosok ibu bukan sosok istri?
Iya benar sekali tebakan kalian.
Seberapa benci kah Bredmart kepada cinta?
Bukan benci, hanya saja tidak mudah percaya apa itu sebuah cinta.
Seberapa jahat kah para wanita yang pernah hadir dalam hidup Bredmart?
Bukan jahat, hanya saja mereka tidak punya hati. Mereka tidak memikirkan bagaimana jika mereka lah yang berdiri di posisi aku dulu, merasakan apa yang aku rasakan.



Lelah jalani hidup ini. Coba kalian bayangkan: apa yang akan kalian rasakan saat kalian tahu jika hidup kalian tidak akan panjang. Saat kalian tahu kalian punya gejala jantung koroner? Penyakit yang bisa mengakhiri hidupmu tanpa pemberitahuan. Menghapus semua harapan dan cita-cita. Kalian berpikir apa sempat punya keturunan, sebelum penyakit jantung koroner lebih dulu bergerak. Sedangkan kalian belum ada rencana menikah, apalagi punya anak. Apa tidak stres tinggi kalian?


Mungkin kalian akan bertanya, "Jadi bredmart mengidap jantung koroner?"
"Siapa yang berkata seperti itu? Aku tidak mengatakan seperti itu, itu kan hanya persepsi yang kalian ciptakan sendiri, aku menulis seperti itu, bukan berarti aku seperti itu, aku kan hanya menyuruh kalian untuk membayangkan, ckkkk," jawab ku.


Mungkin kalian akan berkata, "banyak kata-kata di postingan ini sudah di tulis di postingan sebelumnya".
"Aku pun merasakan hal yang sama, wkkk," kataku.

Kepala kalian sudah sakit ya membaca tulisan ini?
Ok lah, daripada semakin sakit. Aku akhiri saja tulisan yang tidak penting ini. See you...

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.