<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Apakah Ojek Online = Game Online ?

Saturday, June 17, 2017

Apakah Ojek Online = Game Online ?

Hari ini, Bredmart mau bercerita tentang kerja di sebuah perusahaan koran sebut saja perusahaan "JXJ" dan juga kerja sambilan di sebuah perusahaan jasa ojek online sebut saja perusahaan "ZJEK".



Kenapa sekarang bredmart jarang publish/posting di blog? Padahal dulu waktu kerja di perusahaan sebelumnya, sebagai kolektor, bredmart menulis banyak kisah. Waktu itu satu hari masa training bisa jadi satu postingan. Kenapa sekarang sedikit yang ditulis? 2 minggu training hanya satu postingan.

Mungkin karena apa yang aku kerjakan sekarang dulunya sudah aku kerjakan.  Apa yang aku alami sekarang dulunya sudah aku alami. Aku semangat menulis saat aku merasa kisah itu menarik buat aku. Apa mungkin kisah ku yang sekarang terasa tidak menarik. Apa mungkin karena bukan dunia baru, tapi dunia lama yang sudah aku ketahui, yang dulu sudah aku ceritakan, di postingan yang aku publish dulu. Beberapa tahun yang lalu, di tahun 2014 aku bekerja sebagai reporter/wartawan. Dan sekarang aku merasa tak tertantang. Lesu. Apa karena didepak dari desain grafis?

Kita mulai saja dengan cerita sebuah perusahaan koran "JXJ". Tanggal 24 Mei 2017 Aku bersama Lesy ke sebuah bank di sebuah kota. Dan ternyata salah tempat. Yang benarnya acaranya di kota lain. Jadi capek saja aku ikut. Lalu aku langsung pulang ke rumah.

Tanggal 26 Mei 2017 aku ke kantor JXJ, eh aku hanya sendirian (dari tiga karyawan baru). Satu orang (sebut saja Woda) sudah dipindahkan ke desain grafis (jabatan awal aku). Ibaratnya dia menggantikan posisi aku dulu. Ya biar lah, aku harus tetap semangat. Tuhan pasti sudah merencanakan hal terbaik buat aku, amien. Jalani saja dulu, kesabaran pasti membuahkan hasil. Satu lagi (si Ones) katanya lagi interview, tapi tak mau kasih tahu di mana. Lalu siangnya dia berkata tanggal 1 nanti mau berhenti. Berarti saat interview tadi pagi, dia sudah diterima kerja di tempat dia interview. Berarti tanggal 1 nanti aku mulai sendirian di divisi marketing, bersama para senior. Tadi pagi saat briefing, Mr. Roidi (kabag marketing) memuji aku yang sudah bisa menulis berita. Bredmart gitu loch. Hehe. Setelah rapat aku langsung pulang ke rumah. Bingung mau ke mana. ID card belum juga diberikan.


ojek online


Tanggal 27 Mei 2017 Sekitar jam 1 siang, aku mendapat SMS dari sebuah perusahaan jasa ojek online (ZJEK). Haha, ini kali ke dua aku diundang interview. Padahal sebelum di JXJ tempat sekarang aku training, aku sudah diundang interview di ZJEK. Memang harus dua kali kirim SMS pendaftaran, biar cepat diundang interview. Sebelumnya aku juga kirim 2 kali SMS. Biar ada tambahan aku. Sangat senang, aku menerima sms itu. Padahal aku kira aku tak bakal diundang lagi, sudah diblokir karena tidak jadi datang pas undangan dulu.

Apa bredmart tak malu tulis kisah ini? Tentunya orang-orang (senior dan atasan) di perusahaan leasing dulu, pasti menertawakan aku. Betapa bodohnya aku, yang berhenti dari perusahaan kaya/bonafit dan memberi kekayaan kepada karyawannya. Eh aku malah memutuskan untuk resign, dan lebih memilih pekerjaan dengan gaji yang jauh lebih kecil. 

Bredmart tidak malu, tidak akan pernah. Aku bangga.
Karena aku mencari uang "HALAL".

Apa perusahaan tempat aku bekerja sebelumnya, uang "HARAM"?
Entah lah, yang tahu saja yang tahu.

Aku tidak mencuri, aku tidak korupsi. Uang yang sedikit ini, aku dapatkan dengan keringat yang halal.
Jadi kenapa harus malu???


Tanggal 28 Mei 2017. Aku meng-upgrade OS handphone aku dari 4.2.2 menjadi 4.4.2. Dan hasilnya memang lebih kencang. Namun, pemakaian baterai juga kencang, cepat habis. Demi bisa diterima kerja di ZJEK. Hari ini aku mendapatkan SMS undangan interview tanggal 30 Mei 2017. 

Tanggal 29 Mei 2017. Aku ke SAMSAT bayar pajak motor Adikku yang sudah telat. Seharusnya dibayar di bulan Desember 2016, tapi baru hari ini dibayar. Adikku lupa, lebih tepatnya masa bodoh/cuek. Jam 9.30 setelah dari kantor, aku ke SAMSAT. Bayar sekian rupiah, lalu aku terima lembar pajak kendaraan. Lalu aku fotokopi, sekalian untuk wawancara besok.

Tanggal 30 Mei 2017. Pagi sekitar jam 9 aku ke kantor ZJEK. Sebenarnya bukan interview, tapi lebih tepatnya menunjukan berkas saja ke admin ZJEK. Hanya diminta menunjukkan Asli dan Fotokopi: kartu tanda penduduk (KTP), surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Handphone harus OS Anzroid Citkat dan RAM 500 MB. 

Lalu kami para pelamar mengisi lembar biodata, dan difoto. Semua proses itu dilakukan oleh dua wanita yang lumayan manis. Mungkin mereka hanya bagian administrasi, belum tentu human resource department (HRD). Soalnya mereka tidak mewawancarai, dan aura wajah mereka seperti karyawan biasa. Beda dengan aura HRD. Pemeriksaan kurang dari satu jam, selesai. Lalu aku langsung pulang. Padahal sore ini aku sudah bisa ambil orderan, tapi aku malas. Jam 1 siang kami disuruh ke kantor lagi untuk menjalani training (penggunaan aplikasi ZJEK).

Esok harinya, 31 Mei 2017 pagi jam 9 aku ke kantor JXJ. Tetap masuk, meski tidak jelas. ID card atau identity card juga belum dikasih. Padahal aku sudah kerja dari tanggal 12 Mei 2017. Jadi istilahnya aku kerja di dua tempat. Yang mana side job (kerja sampingan). Kita lihat saja ke depannya.

Cerita ngojek berawal di saat aku tahan hujan-hujan deras, mengantar barang orderan yang disebut Z-send. Sesampainya di rumah, aku langsung mandi. Baju, celana, dan sepatu basah semua. Tak lupa makan sedikit garam, supaya menetralisir masuk angin. Kata orang sih.

Kamis 1 Juni 2017 ngojek di hari libur. Hari ini tanggal merah tepatnya Hari Lahir Pancasila. Sepi konsumen, tema berlapang dada. Pagi jam 7 masih turun gerimis, badan masih berselimut bermalas-malasan. Lalu jam 8 sudah reda, saatnya bergerak. Ngojek. Jam 9 aku "ngetem" istilahnya duduk menunggu orderan. Ku aktifkan aplikasi Z-driver. Lalu aku mengaktifkan fitur "auto bit", yang berfungsi  mendapat order secara otomatis. Beberapa menit kemudian, masuk orderan. "Z-ride" istilah dari layanan antar penumpang pakai sepeda motor atau dikenal dengan ngojek. Eh, penumpangnya wanita muda, cantik. Pagi-pagi sudah dapat yang bening. Wanita berambut lurus, bertubuh kurus dan putih. Tipe gue banget. Dia minta diantar ke sebuah toko baju. Setelah mengantarnya aku mendapat 5 bintang, performa 100 %, dan 1 point. Setelah itu aku ke tempat temanku namanya Ones. Dia serempak dengan aku karyawan baru di (JXJ), dan dia juga yang mengajak daftar lagi di ZJEK. Ketemu dia lagi, ketemu dia lagi. Di JXJ, kami sama-sama junior. Tapi di ZJEK, Ones lebih senior, tapi cuma beda 3 hari saja. Dia banyak memberi pengetahuan bagaimana bekerja di ZJEK. Aku tahu banyak dari dia, apa yang harus dilakukan saat orderan masuk ke handphone.

Siang jam 1 aku ke markas "Z 7" itu maksudnya angkatan ke 7. Kami punya grup di WA yang bernama "Z 7". Anggotanya adalah driver (tukang ojek) baru, generasi ke 7.  Markasnya di sebuah taman, ada banyak bangku di bawah pohon. Sejuk kalau untuk kumpul ramai-ramai. Hari ini dapat total Rp 8 ribu. Dikurangi minyak bensin sekitar Rp 4 ribu. Jadi masih untung Rp 4 ribu. Wkwkwk.

Mari kita bahas keuangan, hal yang paling penting. Kita mulai dari bonus harian. Kami para driver diberikan pilihan untuk memperoleh uang lebih, atau disebut bonus. Untuk dapat bonus harus mencapai poin tertentu, yakni:
14 poin dapat Rp 15 ribu. 
16 poin dapat Rp 25 ribu.
20 poin dapat Rp 40 ribu.
Jadi total Rp 80 ribu/hari.

Apakah mendapatkannya 20 poin itu sulit?
Tidak juga, menurut aku. Asalkan ada kemauan yang kuat, pasti bisa.


Banyak hal yang aneh di ZJEK. Sepertinya ada permainan. Salah satunya adalah kata "pinggiran" yang biasa digunakan para senior. Entah apa artinya. Tapi itu lah kata pertama yang mencurigakan.
Ada juga sebutan "aplikasi hantu" atau orderan fiktif. 
Fiktif? Seperti tindak kriminal saja. Bisa dikatakan seperti itu, soalnya ada oknum (orang-orang tertentu) yang membuat orderan palsu. Entah dengan menaikan ataupun menurunkan performa driver.

Entah itu dilakukan sesama driver. Apakah yang melakukan senior? Entah lah. Sesama junior? Entah juga. Entah dengan tujuan iseng, atau persaingan tidak sehat. Ataupun mungkin pihak management ZJEK. Apa tujuan mereka? Entah lah. Hanya Tuhan lah yang tahu.

Ada sesama junior yang cerita jika dia dapat cerita dari senior. Jika ada senior yang dengan sengaja membuat order palsu untuk menurunkan performa driver senior yang lain, dan ada yang sampai bertinju. Segitunya?

Sepertinya sesama driver cukup mudah menjebak (membuat driver lain diputus kontrak). Karena ada pepatah yang mengatakan: Jujur Belum Tentu Mujur.

Itu kemungkinan kecurangan yang mungkin dilakukan sesama driver. Lalu bagaimana dengan pihak management?

Driver selalu di posisi serba salah. Seperti buah simalakama. Jika orderan dari si pengorder yang sama dalam 3 hari, tidak boleh diambil driver. Padahal kalau tidak diambil performa turun, ataupun bisa kena suspend.

Bukan kah Zjek punya sistem, bukan kah sistem itu pintar. Kenapa tidak sistem itu sendiri yang secara otomatis tidak memberikan lebih dari tiga orderan dalam satu jam? Kenapa seperti sengaja menunggu driver tak sengaja melakukan kesalahan?

Jika konsumen membatalkan order, mengapa driver yang jadi rugi? Kenapa performa driver jadi turun? Kan bukan salah si driver tapi salah si konsumen. Kalau pun bonus tak dapat, tapi performa jangan diturunkan dong. Memang kalau performa tidak turun, bisa saja itu jadi celah driver yang malas menjalankan orderan, lalu menelepon konsumen untuk membatalkan orderan. 


Hal lain kalau sinyal internet ngelek (sinyal hilang timbul), maka orderan bisa dianggap dicancel driver. Lagi-lagi driver lah yang dirugikan.

Kalau saldo tidak bertambah, apakah semua driver bisa tahu?
Apakah semua driver teliti memperhatikan naik turunnya saldo mereka?
Karena jika orderan masuk, driver tidak bisa membuka menu saldo, layar aplikasi ZJEK hanya menampilkan menu tugas.
Apakah perusahaan benar-benar tidak akan mungkin melakukan kesalahan?
Bukan kah mereka (management perusahaan) juga manusia, tidak lepas dari kesalahan?
Aku pun merasa sepertinya saldo tidak banyak bertambah. Lalu ke mana kah sebagian uang ku?

Kenapa belum pernah aku mendapatkan order fiktif setelah aku mendapatkan nota pembelian sebuah barang makanan (Z-food), dalam arti aku sudah membeli makanan pesanan tapi konsumen (pemesan makanan) tidak mengangkat telepon ataupun nomor handphonenya tidak aktif? Soalnya kebanyakan handphone tidak diangkat atau tidak aktif sebelum makanan pesanan aku beli.
Mengapa bisa begitu?

Kami para driver bukan lah karyawan, hanya mitra. Dan bukan kah sepeda motor belum boleh jadi angkutan massal, elum ada regulasi, masih abu-abu?


Itu baru masalah internal. Lalu bagaimana dengan masalah eksternal. Seperti sudah kita ketahui, di beberapa wilayah ada berita menyangkut ojek online dengan ojek pangkalan. Tak perlu aku beberkan di sini. 

Waktu training kemarin, supervisor driver berkata kepada kami para driver: "kalau driver ZJEK ribut dengan ojek pangkalan. Maka driver Zjek akan diputus kontrak / dipecat. Tak adil bukan? Belum tentu yang salah adalah ojek online.


Katanya tenang saja, ada bekingan. Lalu muncul di kepala ku. Kalau memang bekingan kuat, kenapa di band*r* (suatu tempat yang terkenal rawan kalau ojek on-line ambil penumpang di sana). Kenapa sampai sekarang tetap rawan? Kenapa beking tidak bisa mengatasinya? Apakah hanya lip-service?

Dan mengapa di aplikasi ZJEK tidak ada fitur di mana driver bisa tahu titik-titik mana saja konsumen banyak, dan titik-titik sesama driver berada? Jadi driver tidak bingung mau ke mana. Atau mubazir minyak motor, karena pergi ke tempat tidak tepat ada konsumennya.

Sambil menunggu orderan masuk ke handphone, aku buat catatan harian di handphone. Aku menunggu di bawah deretan pohon. Ngetem sekalian cuci mata, melihat wanita-wanita cantik. 

Kalau jadi ojek ini, paling malasnya aku suka kencing-kencing. Jadi bagaimana? Ya jadi sering ke SPBU (pom bensin). Mau pakai pampers malu lah, pria kok pakai pampers. Bokong cepat terasa panas dan ngilu, karena sering duduk di atas motor. Ditambah lagi aku suka haus-haus, tapi karena bulan ini tidak boleh asal minum dan makan jadinya aku tak bisa bebas minum.  Semoga saja banyak orderan masuk, kejar target harian.


Tanggal 3 Juni 2017 pulang sampai jam 11 malam demi dapat 20 poin dan bonus harian. Tapi ternyata hanya dapat 17 poin. Sayang sekali, sedikit lagi bisa dapat 20 poin.

Tanggal 4 Juni 2017 aku masuk angin, jadi tidak enak badan. Seperti biasa kalau masuk angin aku pakai balsem dioleskan ke leher, punggung dan perut.

Aku tetap berusaha menyembunyikan seringnya rasa sakit di dada ku. Aku tak tahu secara pasti, apakah itu masalah pada paru-paru atau pada jantung. Dada ku sesak saat menarik nafas, apalagi nafas panjang (dalam).
Jantung ku berdetak terlalu kencang, berdegup terlalu keras.
Kadang terdengar seperti ada tulang patah atau bergeser.

Seingat aku yang pasti sakit itu muncul sebelum aku mengundurkan diri dari perusahaan leasing mobil. Entah karena sejak kepala ku bocor waktu itu. Atau karena sering berada di ruangan AC. Atau mungkin minuman mineral botol (dari sebuah negara asal perusahaan leasing tersebut), atau makanan selama training dulu di sebuah kota.

Sabtu minggu aku malas ngojek. Soalnya uang di saldo tidak bisa diambil. Ini tulisan yang terlihat di aplikasi:
"Maaf, Anda hanya dapat melakukan penarikan di hari kerja."

Kalau tetap bersikeras kerja di hari Sabtu dan Minggu, dan uang banyak terbenam di saldo, dan sialnya tiba-tiba diputus kontrak, lenyap lah semua uang di saldo. Secara halus, perusahaan memaksa para driver untuk cepat-cepat (sering) melakukan penarikan. Dan jika ingin melakukan penarikan di ATM harus menerima notifikasi SMS yang seharga Rp 1.320/SMS. Kalau sehari satu kali penarikan, maka sebulan biaya SMS Rp 39.600.
Bagaimana jika aku yang kadang hingga dua kali penarikan/hari ataupun dalam proses penarikan mengalami gangguan SMS ?

Ketakutan akan putus kontrak (saldo yang ditahan), memaksa secara halus para driver untuk sesering mungkin menarik uang dari saldo. Siapa yang akan diuntungkan dengan itu semua?

Menurut aku, ZJEK seperti main game online. Ada bintang, ada poin, ada bonus, ada suspend, tenggat waktu dan tentunya ada uang. Semua driver dipaksa secara halus, untuk berlomba-lomba dapat poin sebanyak-banyaknya, tidak jauh berbeda dengan main game online.
Apakah ojek online = game online ?

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.