<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Hari Pernikahan Kakakku Tersayang

Sunday, July 30, 2017

Hari Pernikahan Kakakku Tersayang

Seharusnya tulisan ini di posting kemarin, tapi baru sempat pagi ini. Menceritakan hari pernikahan Kakak perempuanku, kak Rosna. Tepatnya di hari Sabtu, 29 Juli 2017. Berawal dari pukul 05.00 aku dan adik laki-lakiku bangun pagi. Lebih cepat dari biasanya. Pukul 05.30 kami dari PTMR ke kebon. Kakak perempuanku dan Mamaku sedang dirias. Tukang riasnya datang ke rumah. 



Setelah itu pukul 07.00 datang lah rombongan pengantin wanita, berarti keluargaku. Lalu pukul 08.00 datang lah rombongan pengantin pria (keluarga dari calon suami Kakakku). Penuh mobil di parkiran dan jalan ke rumahku. Pukul 09.00 rombongan perempuan dan laki-laki pergi ke gereja. Kecuali aku dan bibi Miu (nama anak perempuannya Miu). Kami yang terakhir pergi. Aku yang kunci rumah kami. Bibi Miu yang menjahit baju Kakakku untuk acara 14 Juli 2017 yang lalu.  Sesampainya aku dan bibi Miu di gereja, hampir saja sesi foto-foto selesai. Soalnya mau dimulai ibadahnya. Tapi untung saja aku masih sempat foto-foto bersama keluargaku dan kedua mempelai. 


hari pernikahan



Setelah pendeta selesai khotbah, dilanjutkan dengan acara kedua mempelai bersalam-salaman dengan kedua orangtua. Saat mempelai laki-laki (Mr. Lius) menyalam dan memeluk ayah dan ibunya. Dia tidak menangis, seperti biasa saja. Namun saat Kakakku memeluk Bapakku, Kakakku terlihat menangis. Dan ku lihat setelah itu, Bapakku menyeka tisu ke matanya. 
Menangis?
Sepertinya. 
Kenapa menangis?
Menangis bahagia kah?
Sepertinya. Soalnya kemarin-kemarin aku pernah bertanya kepada Bapakku. Jika saatnya tiba, hari pernikahan Kakakku. Apakah Bapak akan menangis. Lalu Bapakku menjawab pasti menangis. Lalu aku tanya lagi, kenapa menangis. Lalu bapak menjawab, menangis bahagia. Dan Bapakku hari ini (29 Juli 2017) benar-benar menangis. Dan pastinya menangis bahagia. Saat aku melihat Kakakku memeluk Bapakku dan cukup lama. Aku pun jadi menangis. 

Hampir pukul 12.00 kami semua pindah ke gedung acara. Tadi acara agama, sekarang lanjut acara adat. Mengikuti tradisi adat kami. 

Sorenya Kakakku tidak lagi pulang ke rumah kami. Sudah dibawa ke rumah si Mr. Lius. Aku tak bisa menghubungi (menelepon/SMS) Kakakku. Soalnya handphone dan Tab dia tinggal sama kami. Mau menelepon Mr. Lius, tapi aku malu. Satu lagi, aku belum memberikan kado ke Kakakku. Aku masih bingung apa yang mau dikasih. Kalau barang, apakah akan cocok dihatinya. Kalau uang, uang dia lebih banyak daripada uangku. 
Jadi kasih apa?

Saat acara adat, sempat mati lampu. Saat anak-anak murid Kakakku mau bersalaman. Mereka membawakan sebuah lagu buat Kakakku, salah satu lagu yang terkenal di suku ku. Lalu banyak yang ikut bernyanyi. Aku, Adikku, dan Bapakku, kami memakai jas. Aku tampak gagah sekali, apalagi kemarin sudah pangkas rambut.  

Namun dari semua wanita di sana, bahkan lebih dari 90 persen ibu-ibu. Tidak satupun yang menarik hatiku. Malahan adik perempuan Mr. Lius yang beberapa aku tatap dan ada sedikit getaran. Padahal dia sudah menikah. Hahaha. Parah aku ini, tak tahu situasi kondisi. Masih banyak wanita lain, yang masih bebas. 

Oh iya, tadi saat ibadah di gereja, pendeta khotbah: "pria tidak boleh hidup sendirian". 
Apakah dia bermaksud menyindir aku?
Tapi dia saja tidak mengenal aku. 
Apakah dia menyindir semua pria-pria di sana yang belum menikah?
Entah lah. 
Tapi kata-katanya kena ke aku. Cukup sakit mendengarnya, meskipun mungkin benar yang dia katakan. 

Terlebih lagi di gedung, nenek Epun (Epun adalah anak laki-laki tertuanya).
Dia bertanya kepada ku, apakah aku mau menikah juga. Apakah ada wanita yang sedang aku lirik-lirik. Aku pun jawab tidak. Padahal anak laki-lakinya juga belum menikah dan lebih tua empat tahun dibandingkan aku. Istilahnya maling teriak maling. Anaknya saja tidak bisa dia suruh menikah, kenapa dia menyuruh aku menikah?
Aneh bukan?
Tapi aku ambil sisi positifnya saja, dia memberikan motivasi ke aku. 

Saat aku suntuk di gedung, aku keluar dan jajan di kantin depan gedung. Eh, ada dua anak perempuan si penjual. Satunya tidak menarik, dan satunya lagi cukup menarik. Awalnya aku duduk ditemani anak-anak (aku bandari mereka makan kacang dan minum). Setelah itu mereka langsung pergi bermain, meninggalkan aku sendirian. Dasar. Aku kan suntuk, duduk sendirian, tanpa ada yang menemani. Eh si ibu penjual dan kedua anak perempuannya duduk di dekatku. Ah, aku tahu mereka sengaja memancing perhatian aku. Tapi aku tak terlalu percaya. Tampil cool. Lebih tepatnya coolang pelgaulan dan coolang pelhatian.

Memangnya salah ya, aku yang masih sendiri. Dikarenakan aku masih trauma tentang masa lalu. Cinta yang ditolak atapun cinta yang diterima namun dipermainkan. Mungkin kalian akan berkata, Bredmart itu pecundang. Terserah kalian mau menilai aku apa. Aku hanya belum punya energi (keberanian) untuk mencoba kembali. Untuk berjudi lagi. Untuk menerima resiko, bisa menang bisa kalah, bisa diterima bisa ditolak. Aku sudah lelah. Sangat lelah. 

Kenapa ya sampai sekarang pun aku belum menemukan belahan hatiku. Sampai kapan?

By the way. Saat aku mendengar mp3 di handphone aku. Lagu berjudul "When i dream about you" penyanyinya Stevie B. 
Aku jadi teringat dedek Epli. Mungkin tidak ya, suatu saat nanti aku akan menikahi dia. Atau pun menikah dengan wanita yang mirip dia. Yang secantik dia. Oh tidak, aku menjilat ludahku sendiri. Padahal dulu aku sudah berjanji untuk tidak lagi menyebut nama dia di blog ataupun catatan harian. Senyum di foto profil facebook dia, membuat aku kesemsem, jatuh cinta sepertinya. 

Lalu pukul 17.00 aku dan bibi Mini (anak perempuannya bernama Mini). Kami duluan pulang ke rumah. Masak nasi untuk kedatangan rombongan keluarga kami dari gedung. 

Pukul 22.00 setelah para tamu pulang. Aku membaringkan tubuh ini ke ranjang. Badan terasa begitu letih dan nyilu. Puji Tuhan, hari ini tidak ada hujan. Hanya gerimis di jam 7 pagi. Cuaca biasa dikatakan bersahabat. Doa semua. 

Namun sedih sekali rasanya. Tidak ada yang abadi. Tapi kak Rosna selamanya (abadi) akan jadi Kakakku. Meskipun dia dendam kepadaku (mungkin). Tapi aku sangat menyesali semua kelakuanku yang membuatnya marah. Sekarang sudah akan jarang aku bisa membuat dia kesal dan marah. Tidak semudah dulu lagi. Kami akan jarang bertemu.

Hingga di kata ini, aku baru menitikan air mata. Tak sanggup lagi aku menahan kesedihan. Rasanya seperti kehilangan Kakakku. Meskipun dia tetap lah ada. Aku dan dia sekarang sudah ada jarak. Mr. Lius jarak tersebut. 

Mungkin kalian akan berkata, bredmart terlalu cengeng, melow.

Mungkin banyak musuh-musuhku yang menertawakan aku. Aku tidak sehebat dulu lagi. Sekutu aku (orang yang sering membantuku) tidak bakal membantuku lagi. Aku tinggal sendirian. Meskipun masih ada Adik, Mama, dan Bapakku. Kekuatanku tidak lah seperti dulu lagi. Kesombonganku sudah memudar. 
Sombong kok bangga?
Aku penasaran bagaimana kah hari esok tanpa Kakakku?
Sama kah seperti kemarin atau dulu?
Masih bisa kah aku berjalan sambil membusungkan dada, seperti biasanya?

Sepertinya Bredmart berbohong. 
Bredmart tidak lah bahagia melihat Kakakknya menikah. Dia masih enggan melepas Kakaknya pergi. Sepertinya Bremart mengaharapkan hal bodoh terjadi. Parah Bredmart. 

Tadi Kakakku terlihat sangat cantik, sama seperti waktu di tanggal 14 Juli 2017. Meskipun tetap dia tidak bisa menutupi ekspresi wajahnya jika dia terpaksa melakukan itu semua hanya demi membahagiakan Bapakku saja. Tidak lebih. Tapi yang jelas, pernikahan tetap lah sebua pernikahan. Bukan hal main-main. Dan Mr. Nbbn tak muncul. Dunia nyata tak seperti dunia film.

Lanjut, Minggu, 30 Juli 2017 pukul 07.30 Kakakku menelepon kami dengan nomor baru, mungkin keluarga dari suaminya. Syukur lah dia baik-baik saja.

Sekali lagi kudoakan, semoga Kakakku tidak menerima tongkat estafet dari Mamaku. Selamat berbahagia Kakakku, selamat menempuh hidup baru. Semoga Tuhan Allah akan selalu memberkatinya. Amien. Selamat hari Minggu buat kita semua.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.