<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Tiga Cerita Tiga Makna

Monday, August 7, 2017

Tiga Cerita Tiga Makna

Sekarang, bredmart menulis tentang tiga cerita. Cerita pertama tentang Kakak perempuanku, cerita kedua tentang pekerjaanku, dan cerita yang ketiga tentang cintaku.


Pertama, tentang Kakakku. Hari ini (31Juli 2017), Kakakku dua kali menelepon Bapak dan Mamaku. Tapi dia tidak mau berbicara dengan aku. Masih sakit hati? Gara-gara obat nyamuk elektrik? Gara-gara aku tidak memberikannya kado pernikahan?

cerita aku


Sedih juga, tahu, kalau Kakak sengaja tidak ingin berbicara dengan aku di handphone. Padahal dia tahu, aku ada di rumah. Berarti dia masih sangat kesal dengan aku. Ya sudah lah.  Aku juga yang salah. Tidak bisa mengontrol emosi aku. 
Pantas kah aku dibenci?
Sangat pantas.
Layak kah aku mengasingkan diri?
Layak sekali.

Sudah semua keluargaku adalah musuhku. Dasar sangat parah aku ini. 

Dan Mamaku hari ini sudah tiga kali tidur. Pagi sekitar jam 10, sekitar jam 1 siang, dan sekitar jam 4 sore. Malam saat aku tanya kenapa, katanya karena seminggu jarang sedikit tidur. 
Apa iya hanya karena itu?
Mungkin kah karena Mama tidur supaya jangan terlihat menangis. Sedih karena Kakakku sudah dibawa suaminya.
Mama tadi berkata, saat di gereja kemarin pas pesta nikahan Kakakku, Mama tidak menangis karena tidak sedih. Setelah di rumah melihat baju Kakak, baru lah Mama sedih. Lalu dilampiaskan dengan tidur?

Hari ini, Selasa (01/08/2017), Kakakku sudah dua kali menelepon orangtua kami. Apakah dia merasa rindu? Suntuk? Sedih? Merasa jadi tumbal hanya untuk membahagiakan kedua orantuaku? Apakah dia dijahati keluarga suaminya?
Entah lah. Hanya Tuhan lah yang tahu. Kalau pun dia ada masalah, mungkin tidak dia ceritakan kepada kami.

3 Agustus 2017 malam hari, tiba-tiba Kakakku menyuruh aku meneleponnya. Dia mengakunya kangen sama aku. Sebelumnya dia kirim pesan lewat whatsapp. 

Aku punya rencana, secepatnya aku ingin bermain ke sebuah sungai. 
Buat apa?
Salah satu kenanganku berada di sana. Soalnya dulu, aku dan Kakakku pernah duduk berdua di tepian sungai sambil melihat sungai itu. Kami berdua ke sana, sehari sebelum dia pergi kembali ke sebuah kota tempat dia kuliah. 

Aku tidak bisa lagi membuat jengkel Kakakku. 
Aku tidak bisa lagi memarahinya. 
Aku tidak bisa lagi menuduh dia kepoin (mata-matai) handphone aku.

Aku kangen saat malam-malam jam 9, mengantar dan menunggu selama dia mengajar di sebuah sekolah menengah atas (SMA).
Aku terkadang memakai mantel (jas hujan) padahal tidak sedang turun hujan. Aku pakai mantel hanya untuk tidak masuk angin.
Pernah di tengah jalan turun hujan, dan kami berteduh di sebuah ruko yang menjual furniture. 

Semua terasa cepat berlalu.
Aku rindu semua kenangan tentangnya. 


Cerita kedua tentang pekerjaanku. Berbicara sedikit tentang pekerjaanku di sebuah perusahaan jasa ojek online. Ternyata banyak sekedar gertak sambal. Contoh, katanya kalau cuti lebih dari 7 hari kalau tidak lapor ke kantor maka akan dapat surat peringatan (SP). Sekitar sebulan yang lalu. Aku cerita-cerita sama driver yang lain. Yang cuti hampir satu bulan dan tidak melapor. Tapi dia tidak dapat SP, bahkan dia masih bisa kerja lagi (tidak putus mitra). 

Gertak lain adalah katanya driver harus selalu minta bintang lima ke konsumen. Awalnya aku minta, tapi bintang naik turun pernah sampai bintang 4.6. Dan setelah dua minggu bekerja hingga sekarang, aku tidak pernah lagi meminta bintang lima ke konsumen. Dan rating bintang aku tetap naik turun 4.6 dan bisa juga 5.0.
Berarti tidak ada pengaruh meminta ataupun tidak meminta bintang ke konsumen. Mungkin ada sistem lain, yang mengatur rating bintang di menu performance. Jangan-jangan bintang yang didapatkan driver tidak 100 persen dari penilaian konsumen. Ada sekitar 50 persen (bahkan bisa lebih), dinilai management (admin).

Lain-lagi cerita tentang pekerjaanku di sebuah koran.
Tanggal 31 Juli 2017 aku diberikan surat tugas. Tapi seperti tidak ikhlas. Terlebih yang ku pinta adalah ID card bukan surat tugas.
Seberapa bahayakah ID card itu mereka berikan kepadaku?
Kalau memang alasannya karena sesuai peraturan.
Sini aku jabarkan:
Kalau memang aku tidak pantas diberikan ID card. Berarti aku tidak pantas meliput berita. Kalau aku tidak pantas meliput berita, mengapa aku disuruh meliput berita? Bahkan sang bos besar menyuruh aku mencari 4 berita dalam sehari.
Rasionalkah?
Padahal banyak tempat usaha yang enggan aku wawancarai. Siapa yang tak mau insentif, meskipun hanya Rp 5 ribu/berita. 

Padahal yang aku pinta bukan lah materil tapi non materil. Aku tidak meminta gaji tinggi. Padahal yang aku pinta hanyalah ID card.
Seberapa perlu kah ID card bagi Bredmart. 
Oh tentu penting sekali. 
Apa mungkin mereka takut memberikan aku ID card dikarenakan mereka mengira aku akan segera resign begitu aku sudah mendapatkan ID card. Setelah sekian lama bersabar. Tinggal satu lagi yang belum. Yaitu ID card. Sakit hati aku melihat mereka. Yang enggan memberikan ID card kepadaku. 

Ya sudah lah kalau begitu. Aku cari tempat kerja baru saja. Lagipula bulan ini ada penerimaan CPNS. Dan sudah ada dua instansi yang buka penerimaan CPNS. Semoga saja aku bisa lolos. 

Mulai hari ini, foto hasil jepretan dari handphone aku, sudah menuliskan 2 kata nama aku. Padahal sebelumnya hanya satu kata nama aku. Nama aku punya tiga kata. 

Mr. NT berkata di depan aku dan tim marketing lainnya. Jika aku harus datang ke kantor di sore hari untuk absen. 
Mengapa dia mengatakan itu?
Apakah dia iri kepada ku?
Karena memang aku merasa bos besar cukup senang dengan aku. Apanya hanya perasaan aku saja ya?
Kalau aku yakin aku akan selalu di atas, aku tidak perlu berusaha menjatuhkan orang lain.
Lalu mengapa Mr. NT ingin menjatuhkan aku?
Kalian pikir saja sendiri.

Ada banyak suara-suara sumbang yang semakin terdengar keras. Ada pihak-pihak yang ingin memaksa secara halus agar aku angkat kaki. Gajiku saja hanya Rp 600 ribu/bulan. Itu pun kalau aku tidak sehari pun absen (tidak datang). Dan selama ini, aku belum pernah mendapat gaji penuh.  Apa Mr. NT tidak berpikir jika aku harus datang ke kantor di pagi hari dan di sore hari? Berapa rupiah lagi yang bisa aku tabung? Rp 600 ribu dikurang uang untuk beli bensin, beli pulsa, bahkan sering aku makan di rumah makan. Apakah Mr. NT dan yang lain, ingin aku bekerja di sana hanya untuk mencari keringat? Kalau buang-buang waktu hanya untuk mendapat keringat. Mendingan aku jogging, dapat keringat dan dapat sehat. Buat apa aku capek kerja mencari iklan dan berita hanya untuk mendapat gaji Rp 600 ribu bahkan harus dipotong biaya lainnya?

Sama seperti foto whatsapp aku:
Ketika orang lain berbicara tentang diri mu dan menilai mu seakan dia mengetahui segalanya. Cukup abaikan saja. Ingat!!! Seekor anjing tidak akan menggongong orang yang lewat jika di mengenali orang tersebut.

Terakhir cerita cinta.

Dimanakah dia?
Aku sudah pernah ke beberapa kota, meski belum bisa dikatakan banyak, bahkan ke luar negeri.

Tapi belum juga bertemu dengan bidadari hatiku.
Masih punya waktu kah aku?
Sebelum aku dijemput?
Siapakah yang akan menjemput Bredmart?
Apakah dia malaikat?
Bisa ya bisa tidak.
Polisi, BNN?
Sepertinya tidak.
Satpam RSJ?
Entah lah.
Debt coll?
Pasti tidak karena aku tidak punya kreditan.
Godfather?
Entah lah. 

Adakah yang mau mengajarkan aku untuk kembali belajar mencintai?
Aku sepertinya sudah lelah difitnah homoseksual (gay).
Entah kenapa aku merasa (firasat), jika sebentar lagi aku akan menemukan seseorang. Seorang wanita yang akan merubah cerita hidupku. Apakah itu benar-benar akan menjadi kenyataan atau hanya sebuah angan.
Entah lah. 
Entah kenapa aku yakin, kurang dari setahun ke depan. Kami akan dipertemukan Tuhan.

Minggu, 6 Agustus 2017.
Entah kenapa, bisa-bisanya di gereja aku duduk bersebelahan dengan seorang wanita muda yang cukup manis. Dia bersama adik perempuannya dan mamanya. Mana pacarnya? Mungkin dia jomblowati. Wkwkwk (ngarep.com).
Waktu itu aku jadi kikuk, grogi. Dia bertubuh kurus, putih, dan berambut lurus. Wah, tipe aku sekali. 
Apakah dia?
Bisa iya bisa tidak. 
Tapi sepertinya bukan dia.
Soalnya sepertinya dia dari keluarga yang kaya. Mana mungkin dia mau sama aku yang dari keluarga miskin. Sudah miskin, jelek, kerempeng, sombong pulak. Lengkap kekurangannya.
Tapi karena dia lah, aku kembali semangat nanti ibadah ke gereja. Padahal sebelumnya aku paling malas gereja. Waktu itu dia pakai dress warna pink. Feminim sekali pokoknya. Sesekali aku merasa dia melirik-lirik ke aku, curi-curi perhatian. Atau aku yang kepedean ya?
Entah lah.
Semoga aku bisa menemukan belahan hatiku, sebelum jiwaku terbelah dari ragaku. Amien.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.